Setelah Engkau tuangkan anggur-Mu
Dalam cawan berkarat
Kau paksa aku mereguknya
Setelah Engkau lepas anak panah dari busur
Tertancap hingga kesulbi
Darah tertetes tertulis nama
Namun tiada tersisa anggur untuknya
Walau setitik terserap
Tuk suburkan benih di ladang jiwa
Anak panah yang lain meluncur tak terarah
Dari busur merentang
Melukai menggores yang tak bersalah
Wahai pemilik anggur
Sengajakah Engkau menuang
Kepada yang Engkau kehendaki sesuka-Mu
Lalaikan kepedihan mereka
Wahai pemilik busur
Sengajakah Engkau memanah
Kepada yang Engkau rasakan rintihannya
Keluh kesah obati kerinduan-Mu
Wahai pemilik dari pemilik
Sekiranya aku dapat memohon
Izinkanlah aku menuangkan anggur di ladangnya yang gersang
Agar benih tumbuh mewangi
Wahai pemilik dari pemilik
Sekiranya rintihan ini Engkau dengar
Izinkanlah aku mencabut panah yang tertancap
Agar tiada lagi darah yang basahi bumi
Atau lesatkanlah panah serupa dari busur zaman-Mu
Agar kebersamaan dalam luka mewujud
Persembahkan dialtar jiwa
Buktikan keagungan-Mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar